Rabu, 20 Agustus 2014
Alarm Tubuh
Pernah kepikiran gak kenapa Seth E. Thomas (1876) punya ide untuk mengembangkan penemuan jam berdenting punya-nya Levi Hutchins (1787)? (mungkin biar ringkes kali yah? karena gak mungkin dong bawa jam yang segede gaban ke tempat tidur biar bisa bangun pagi :D hehehe)......Yup, "Biar Bisa Bangun Pagi" entah karena masih berhubungan sama revolusi industri atau tidak (soalnya kalau diliat dari tahunnya sih bertepatan ya? ) yang pasti pada waktu itu setiap orang butuh akan yang namanya bangun pagi untuk kerja di pabrik ^^...................
Manusia memang cenderung untuk mengandalkan hal lain diluar dirinya ya? padahal nih senernya kita punya apa yang disebut dengan "Alarm Tubuh" yup, sebenernya tubuh kita ini sudah punya mekanismenya sendiri loh (khusus untuk umat muslim yang rajin sholat malam/ terbiasa bangun sebelum subuh pasti kebayang dong gimana mekanismenya?) hihi kalo gak percaya bisa coba dengan membiasakan diri untuk bangun jam 3 pagi selama 1 bulan :D
Kayaknya sih, kalo udah kebiasaan otomatis tubuh kita menyesuaikan dengan kebiasaan tersebut...jadi pointnya adalah alarm ciptaannya kang Seth E. Thomas itu mungkin bisa dijadikan sebagai alat pembantu untuk memulai kebiasaan baru (yang positif pastinya)
Selain itu, tubuh juga punya alarm yang berfungsi lainnya loh......(apaan tuh, jreng-jreng-jreng) alarm tubuh lainnya adalah untuk kasih sinyal bahwa tubuh kita udah kecapekan/butuh istirahat dkk...kata salah satu artikel di kompas (monggo di cek di link berikut
)
katanya sih pamali loh kalau mengabaikan alarm tubuh), dan memang terbukti, (curhat dikit gpp yah:D)
(hehehe ini dia bonus curhatannya)
ehm ehm......jadi, setelah beberapa hari mengalami sakit kepala yang mengganggu aktifitas (yah walaupun bisa dihitung dengan jari lah jadwal gw gak sakit kepala) akhirnya gw buka buku jadwal kontrol ke Prof Yusuf Misbach (kemaren-kemaren males banget buka buku yang satu ini) dan ternyata.....hehehe no wonder ini kepala nyut-nyutan teu pararuguh, soalnya jadwal check-up gw udah kelewat (mungkin ini yang namanya alarm tubuh ya).......................................... sedihnya lagi, berhubung jadwal Prof Yusuf antriannya puanjang, jadi cuman ada dua pilihan untuuk ketemu dokter yang satu ini, 1. masuk UGD dulu 2. Masuk lewat Prof Santoso Cornain (Hehehe meski jadwal gw check up ke Prof Santoso masih 2 bulan lagi, tapi gw bulatkan untuk check up bulan ini) so, percaya aja yah sama tubuh kalian (karena mungkin ia adalah satu-satunya bagian dari hidup kalian yang gak akan pernah bohong :D)
Perpustakaan kini ada dimanapun
hohoho senang ya, bisa baca buku yang susah di dapat dengan cara yang sangat mudah....................................
Yup it's easy, kita cukup buat account di webnya perpustakaan nasional (daftarnya relatif mudah kok, karena gak harus datang naek kereta ke Salemba, jadi cukup nyalain internet ajah) trus, temen-temen semua bisa klik http://e-resources.pnri.go.id di situ nantinya kita bisa baca buku (termasuk buku langka macam "Perundang-undangan zaman Majapahit" karangannya Prof.DR.Slamet Muljana) ada juga jurnal internasional (karena katanya sekarang wikipedia udah gak dianggap sebagai referensi yang valid, makanya lewat jurnal inilah kita bisa dapetin referensi yang terpercaya)
Duh sip deh,Happy Reading everyone ^^
Selasa, 19 Agustus 2014
EDENSOR
sebagai bagian dari generasi tahun 2000-an, siapa sih yang gak ngikutin novel karya Andrea Hirata? seakan semua orang dibuat takjub oleh alur cerita yang ringan tapi bermutu (entah kenapa kayaknya sejak baca novel itu semua orang jadi terpesona sama yang namanya Belitung)
Banyak temen-temen gw yang tiba-tiba jadi penggila snorkling (bener gak yah tulisannya) dan mereka jadi rajin nabung supaya bisa jalan-jalan ke pulau tsb.....
Bagaimana dengan anda? hehehe kalau gw sih jujur aja belum segila itu (secara gw termasuk kategori anak yang susah dapet izin untuk perjalanan jauh, kecuali dalam rangka "Study") hihi sedih ya? enggak juga dong, karena pada akhirnya gw memupuk mimpi baru untuk bisa dapet scholarship ke luar negeri (yah walaupun sampe sekarang belum kesampaian bahkan mungkin akan sulit terwujud ) tapi gw masih punya mimpi itu.....
kalau suatu saat diberi kesehatan & kemampuan (entah gw sendiri yang jadi pelajar atau dorong-dorong suami aja biar jadi mahasiswa disana hihi) tapi yang pasti gw penasaran banget sama apa yang ada di foto ini (bukan karena luar negerinya yah, tapi viewnya itu lohhh keren banget)
Lembah Gurame Vs BBAT
Berdasarkan rencana, harusnya malam ini gw nulis tentang hukum perlindungan anak ya?....ops tapi gw lagi nulis apa ini? (ini apa yah?) hehehe bolehkan rencananya di pending sementara untuk alasan yang syar'i? (sakit kepala seharian syar'i kan ya? gpp kan yah? cengar-cengir cari pembenaran)
okay, entah dapt wangsit dari mana pagi ini setelah sholat subuh tiba-tiba suami ngajak olah raga pagi -yeayyyy- lari pagi? Nope...renang? bukan juga sih....tapi jalan kaki pagi-pagi ke lembah gurame :D (biar deket dan cuma sekedar jalan kaki tapi moment kayak gini sangat menyenangkan loh.....)
why oh why? karena lembah gurame ini jaraknya gak jauh beda sama jarak antara rumah gw yang di sukabumi ke BBAT (ahhhhhh masa lalu lagi deh ^^) dan yang terpenting adalah disini tempatnya masih rimbun....(namanya juga taman kota, pasti banyak pohon ya?) juga......gw bisa ketemu sama yang namanya "Kolam Ikan" (hehehe norak ya? tapi di tempat kayak gini inilah kebahagiaan yang sebenarnya)
yup, menurut gw kebahagian itu sederhana...bisa menikmati udara segar, dengerin burung pagi-pagi dan kalau bisa sih..liatin ikan yang menari-nari di dalam kolam aja udah bisa di sebut "bahagia"....sayangnya tempat kayak gini sekarang udah minim, di depok aja yang masuk kategori sub-urban, tempat sejuk kayak gini bisa dihitung dengan jari (entah jari siapa yang jadi patokan :D) tapi kenyataannya pembangunan disana-sini dengan pertimbangan untung rugi (dalam kacamata rupiah atau mungkin dolar) telah menutup akses generasi berikutnya untuk menikmati suasana kayak gini dan menggantikannya dengan banjir, pencemaran udara dll (sayang yah? padahal kalau aja mereka mau sedikit berdamai dengan alam sebenernya mereka udah kasih perlindungan untuk anak-anak di negara ini loh)
Sebagai anak desa, gw cukup beruntung karena pada zamannya masih bisa main-main di kali dengan air yang relatif masih bersih, masih kenal sama yang namanya sawah (karena tepat di belakang rumah ada sawah punya orang :D) dan yang paling berkesan adalah pernah menikmati moment "Botram" di pinggiran kolam ikan BBAT (How i miss this moment) masih kebayang moment-moment makan ditemenin sama lembayung senja, trus pemandangannya gunung (sampe sekarang gw gak tau itu gunung gede atau gunung pangrango :D) tapi yang pasti that was the sweetest thing in my life.............................
iseng-iseng googling dan akhirnya ketemu sama gambar ini (yah kurang lebih kayak gini deh view nya :D)
Minggu, 17 Agustus 2014
Hukum Perlindungan Anak
"Hukum Perlindungan Anak" duh berat banget yah bayangin topik yang satu ini (terutama buat gw yang notabene pernah meng-hapus mata kuliah ini dari transkip akademik hehehehe)......But, disini kita gak harus mikirin seberapa ribet topik tentang Hukum Perlindungan Anak, melainkan kenapa harus topik tentang perlindungan anak sih?
hohoho okay...untuk menjawab hal tersebut mari kita kembali ke acara "business meeting" di foodcourt plaza semanggi kemarin :D to be honest ya, setelah obrolan cas cis cus kesana kemari tentang business planing antara gw, vita dan aam....akhirnya si vita nyeletuk, ga kenapa lo gak buat essay aja tiap hari....yang rajin tapi (tadinya sih tujuannya buat naikin rating web jualan kita hehe) yah kalo bisa tiap hari up date lah (ngok, mau nulis apa gw ?? blankkkkkk......dan akhirnya saran si vita cuma jadi selingan kuping kanan keluar kuping kiri (maaf yah tongki :D)
tik tok.....setelah sampe rumah entah karena kecapekan atau karena nunggu suami yang belum pulang (bongkarin kotak suara pilpres kemaren) gw pun gak bisa tidur deh....iseng-iseng cek media sosial baca artikel tentang ceritanya Marshanda, akhirnya entah kenapa tiba-tiba gw kangen banget sama sukabumi....kangen sama masa-masa SD, kilas balik gimana metamorfosa gw yang dulu menjadi gw yang sekarang....kilas balik juga cerita masa kecil temen-temen, adek gw, kakak ipar gw dan sampai pada titik gw membandingkan korelasi antara masa kecil kami dengan produk "jadi"nya setelah kami mulai beranjak dewasa :)
percaya atau tidak, gw jadi yakin bahwa se"oon-oon"nya seorang anak, luka (baik fisik maupun psikis) yang terjadi di masa kecil akan terbawa sampai ia beranjak dewasa, kendati mungkin tidak di sadari tapi luka itu akan sama seperti halnya bom waktu yang mengakar pada pola pikir si anak (hahaha sotoy banget gw pake sok-sok menganalisa dari aspek psikologis) ....tapi serius, pada beberapa orang hal ini beneran terjadi. terus mau diapain dong? kan udah terjadi juga yah? dan kita juga tidak bisa menakar efektivitas terapi yang bisa diterapkan untuk "healing" mereka, setidaknya untuk bisa memaafkan setiap kejadian di masa kecilnya (mungkin) yang telah menorehkan luka cukup dalam di hati anak itu...yup, cuman faktor internal lah yang sangat berperan penting untuk mengobati orang itu, tapi sebagai orang luar apa kita rela melihat anak-anak di negara ini memikul beban untuk mengobati dirinya sendiri? padahal sesungguhnya banyak hal-hal positif yang bisa dia kembangkan di usia produktifnya?!!!! Pastinya enggak dong :D setidak nya dalam hal ini gw (yang pengetahuannya masih cetek banget) pengen punya kontribusi untuk komunitas, pengen banget meyakinkan semua pembaca seberapa berharganya seorang anak, dan karenanya harus kita pelihara, kita tempatkan dalam komunitas/suasana senyaman mungkin supaya anak itu dapat tumbuh dan berkembang dengan cara sewajarnya seorang anak :D
Terus apa hubungannya dengan hukum perlindungan anak? karena dalam wadah yang bernama "hukum"lah hak anak-anak tersebut terlindungi (selain karena gw taunya cuman aspek hukum doang hehehe)......okelah, ini cerita behind the scene tulisan tentang Hukum Perlindungan Anak....doakan ya semoga gw diberi ilham dan kekuatan untuk tetap istiqomah buat tulisan ini :D karena yang gw inget dari pesennya Prof. Bismar Siregar (Alm) buatlah tulisan sebanyak-banyaknya kau bisa menulis, karena sesungguhnya tinta seorang ilmuwan itu sama mulianya dengan darah orang-orang yang berjihad di jalan Allah SWT (semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya dan melapangkan kuburnya, terima kasih telah berkenan membagi ilmunya bersama kami Prof :)
hohoho okay...untuk menjawab hal tersebut mari kita kembali ke acara "business meeting" di foodcourt plaza semanggi kemarin :D to be honest ya, setelah obrolan cas cis cus kesana kemari tentang business planing antara gw, vita dan aam....akhirnya si vita nyeletuk, ga kenapa lo gak buat essay aja tiap hari....yang rajin tapi (tadinya sih tujuannya buat naikin rating web jualan kita hehe) yah kalo bisa tiap hari up date lah (ngok, mau nulis apa gw ?? blankkkkkk......dan akhirnya saran si vita cuma jadi selingan kuping kanan keluar kuping kiri (maaf yah tongki :D)
tik tok.....setelah sampe rumah entah karena kecapekan atau karena nunggu suami yang belum pulang (bongkarin kotak suara pilpres kemaren) gw pun gak bisa tidur deh....iseng-iseng cek media sosial baca artikel tentang ceritanya Marshanda, akhirnya entah kenapa tiba-tiba gw kangen banget sama sukabumi....kangen sama masa-masa SD, kilas balik gimana metamorfosa gw yang dulu menjadi gw yang sekarang....kilas balik juga cerita masa kecil temen-temen, adek gw, kakak ipar gw dan sampai pada titik gw membandingkan korelasi antara masa kecil kami dengan produk "jadi"nya setelah kami mulai beranjak dewasa :)
percaya atau tidak, gw jadi yakin bahwa se"oon-oon"nya seorang anak, luka (baik fisik maupun psikis) yang terjadi di masa kecil akan terbawa sampai ia beranjak dewasa, kendati mungkin tidak di sadari tapi luka itu akan sama seperti halnya bom waktu yang mengakar pada pola pikir si anak (hahaha sotoy banget gw pake sok-sok menganalisa dari aspek psikologis) ....tapi serius, pada beberapa orang hal ini beneran terjadi. terus mau diapain dong? kan udah terjadi juga yah? dan kita juga tidak bisa menakar efektivitas terapi yang bisa diterapkan untuk "healing" mereka, setidaknya untuk bisa memaafkan setiap kejadian di masa kecilnya (mungkin) yang telah menorehkan luka cukup dalam di hati anak itu...yup, cuman faktor internal lah yang sangat berperan penting untuk mengobati orang itu, tapi sebagai orang luar apa kita rela melihat anak-anak di negara ini memikul beban untuk mengobati dirinya sendiri? padahal sesungguhnya banyak hal-hal positif yang bisa dia kembangkan di usia produktifnya?!!!! Pastinya enggak dong :D setidak nya dalam hal ini gw (yang pengetahuannya masih cetek banget) pengen punya kontribusi untuk komunitas, pengen banget meyakinkan semua pembaca seberapa berharganya seorang anak, dan karenanya harus kita pelihara, kita tempatkan dalam komunitas/suasana senyaman mungkin supaya anak itu dapat tumbuh dan berkembang dengan cara sewajarnya seorang anak :D
Terus apa hubungannya dengan hukum perlindungan anak? karena dalam wadah yang bernama "hukum"lah hak anak-anak tersebut terlindungi (selain karena gw taunya cuman aspek hukum doang hehehe)......okelah, ini cerita behind the scene tulisan tentang Hukum Perlindungan Anak....doakan ya semoga gw diberi ilham dan kekuatan untuk tetap istiqomah buat tulisan ini :D karena yang gw inget dari pesennya Prof. Bismar Siregar (Alm) buatlah tulisan sebanyak-banyaknya kau bisa menulis, karena sesungguhnya tinta seorang ilmuwan itu sama mulianya dengan darah orang-orang yang berjihad di jalan Allah SWT (semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya dan melapangkan kuburnya, terima kasih telah berkenan membagi ilmunya bersama kami Prof :)
Langganan:
Postingan (Atom)


