"Hukum Perlindungan Anak" duh berat banget yah bayangin topik yang satu ini (terutama buat gw yang notabene pernah meng-hapus mata kuliah ini dari transkip akademik hehehehe)......But, disini kita gak harus mikirin seberapa ribet topik tentang Hukum Perlindungan Anak, melainkan kenapa harus topik tentang perlindungan anak sih?
hohoho okay...untuk menjawab hal tersebut mari kita kembali ke acara "business meeting" di foodcourt plaza semanggi kemarin :D to be honest ya, setelah obrolan cas cis cus kesana kemari tentang business planing antara gw, vita dan aam....akhirnya si vita nyeletuk, ga kenapa lo gak buat essay aja tiap hari....yang rajin tapi (tadinya sih tujuannya buat naikin rating web jualan kita hehe) yah kalo bisa tiap hari up date lah (ngok, mau nulis apa gw ?? blankkkkkk......dan akhirnya saran si vita cuma jadi selingan kuping kanan keluar kuping kiri (maaf yah tongki :D)
tik tok.....setelah sampe rumah entah karena kecapekan atau karena nunggu suami yang belum pulang (bongkarin kotak suara pilpres kemaren) gw pun gak bisa tidur deh....iseng-iseng cek media sosial baca artikel tentang ceritanya Marshanda, akhirnya entah kenapa tiba-tiba gw kangen banget sama sukabumi....kangen sama masa-masa SD, kilas balik gimana metamorfosa gw yang dulu menjadi gw yang sekarang....kilas balik juga cerita masa kecil temen-temen, adek gw, kakak ipar gw dan sampai pada titik gw membandingkan korelasi antara masa kecil kami dengan produk "jadi"nya setelah kami mulai beranjak dewasa :)
percaya atau tidak, gw jadi yakin bahwa se"oon-oon"nya seorang anak, luka (baik fisik maupun psikis) yang terjadi di masa kecil akan terbawa sampai ia beranjak dewasa, kendati mungkin tidak di sadari tapi luka itu akan sama seperti halnya bom waktu yang mengakar pada pola pikir si anak (hahaha sotoy banget gw pake sok-sok menganalisa dari aspek psikologis) ....tapi serius, pada beberapa orang hal ini beneran terjadi. terus mau diapain dong? kan udah terjadi juga yah? dan kita juga tidak bisa menakar efektivitas terapi yang bisa diterapkan untuk "healing" mereka, setidaknya untuk bisa memaafkan setiap kejadian di masa kecilnya (mungkin) yang telah menorehkan luka cukup dalam di hati anak itu...yup, cuman faktor internal lah yang sangat berperan penting untuk mengobati orang itu, tapi sebagai orang luar apa kita rela melihat anak-anak di negara ini memikul beban untuk mengobati dirinya sendiri? padahal sesungguhnya banyak hal-hal positif yang bisa dia kembangkan di usia produktifnya?!!!! Pastinya enggak dong :D setidak nya dalam hal ini gw (yang pengetahuannya masih cetek banget) pengen punya kontribusi untuk komunitas, pengen banget meyakinkan semua pembaca seberapa berharganya seorang anak, dan karenanya harus kita pelihara, kita tempatkan dalam komunitas/suasana senyaman mungkin supaya anak itu dapat tumbuh dan berkembang dengan cara sewajarnya seorang anak :D
Terus apa hubungannya dengan hukum perlindungan anak? karena dalam wadah yang bernama "hukum"lah hak anak-anak tersebut terlindungi (selain karena gw taunya cuman aspek hukum doang hehehe)......okelah, ini cerita behind the scene tulisan tentang Hukum Perlindungan Anak....doakan ya semoga gw diberi ilham dan kekuatan untuk tetap istiqomah buat tulisan ini :D karena yang gw inget dari pesennya Prof. Bismar Siregar (Alm) buatlah tulisan sebanyak-banyaknya kau bisa menulis, karena sesungguhnya tinta seorang ilmuwan itu sama mulianya dengan darah orang-orang yang berjihad di jalan Allah SWT (semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya dan melapangkan kuburnya, terima kasih telah berkenan membagi ilmunya bersama kami Prof :)

karena anak adalah mutiara abadi dan hukum adalah rumahnya
BalasHapus