Rabu, 22 Oktober 2014
Rumah Manis
home sweet home.....^^, senangnya bisa ketemu sama rumah yang satu ini ....konon katanya rumah ini dibangun saat nyokap positif hamil gw (Hahaha kayaknya ini semacam tanda kalau gw emang anak pembawa hoki :p didukung dengan data empiris berupa hidung gw yang lubangnya lumayan lebar :D)
Rumah ini sederhana banget, dengan konsep rumah zaman dulu (posisi dapur, kamar mandi & gudang terpisah di luar ruang utama) dan yang paling penting rumah ini dikelilingi 2 kolam yang bikin suasanannya enak banget (berasa hujan sepanjang hari). Entah karena faktor kebiasaan atau bagian dari takdir, gw ini pecinta hujan sejati loh.....nah dirumah ini pula gw belajar cara menikmati hujan, belajar menikmati menunggu (dulu sih nungguin nyokap pulang atau nunggu nenek datang dari kampung dengan rangkaian oleh2 di tangannya hihihi terutama sih oleh-olehnya yang di incer)
sepanjang yang gw inget, kita cuma tinggal di rumah ini sampe umur gw 9 tahun karena setelah itu rumah ini sempat dikontrakan ke beberapa keluarga & kami menempati rumah yang ada di depannya. tapi karena satu dan lain hal, sekitar tahun 2009 rumah ini kembali ditempati adek gw yang mengikuti jejak kakak-kakaknya sekolah di SMUNSA (hahahaha peluk rumah erat-erat)
berhubung sekarang mulai beredar kabar burung kalo bokap mau merombak total rumah yang satu ini, maka dari itu sengaja gw ambil foto & sedikit corat coret disini supaya kelak masih ada kenangan tentang si rumah tua manis yang satu ini................We loves you soooo much (terutama kala matahari senja masuk ke ruang tamu)
Aliran Hukum Kodrat Bab 2
hello everyone, telat banget yah bab 2 ini di tulis (maksudnya sih biar khatam dulu satu buku baru tulis lanjutan bab 2nya :D)
okay, bab 2 ini berbicara tentang ontologi (biar gak ribet mari kita permudah kata ini dengan kata hakekat). udah tau kan makna dari hakekat? (tau lah ya, udah sering dipake dalam keseharian soalnya :))
menurut bab ini, dalam aliran hukum kodrat hakekat hukum itu ada dua (ada yang mau nebak?) Yess...100 untuk anda, Keadilan. tapi tepatnya sebagai berikut :
1. Hukum sebagai azas keadilan
2. hhukum sebagai azas kebenaran
O iya, dulu udah pernah dibahas belum ya titik kerancuan dari pemikiran alirran ini? kalopun udah, let me remind you yah..... kalo di aliran ini keterkaitan antara moral & hukum terlalu lengket (yah macam dua sisi mata uanglah), saking lengketnya timbul deh beberapa silang pendapat tentang definisi hukum kodrat & moralitas.
kalo perbedaan antara moral & moralitas teman2 pasti udah pada tau kan ya? (betul, sekali. kalo moral hanya melekat kepada diri pribadi sementara moralitas nilai-nilainya melekat pada tataran hubungan antar pribadi) dihhh seneng deh, temennya pada pinter semua :D
tapi mbah Kant (Imanuel Kant) punya definisi tersendiri loh............begini katanya (gw kutip sesuai yang ada dibuku aja yah ;))
"moralitas adalah kesesuaian sikap dan perbuatan manusia dengan norma atau hukum batiniah, yakni apa yang kita pandang sebagai kewajiban kota. Moralitas akan tercapai bila kita menaati hukum lahiriah bukan lantaran hukum itu membawa akibat yang menguntungkan atau lantara takut pada kekuasaan, melainkan karena kita sendiri menyadari bahwa hukum itu merupakan kewajiban kita"
panjang yah? hihihihi sepertinya mbah Kant cuman mau bilang kalo orang menaati hukum itu bersumber dari kesadaran/faktor internal dari orang itu sendiri. (mungkin begitu ya, kalau salah tolong diluruskan :D) so, kalo gitu yang jadi tolak ukur ikhlas tidaknya seseorang menaati hukum apaan dong? kalo menurut buku ini sih budi praktis (hal yang satu ini sudah ada sepaket seiring dengan kelahiran kita di dunia ini) yah intinya budi praktis ini menyatakan kalo manusia secara sadar mampu menyesuaikan dan mendasarkan tindakannya pada prinsip-prinsip yang sudah ada karena ia sudah punya gagasan tentang hukum. (bingung ya? sama....gw juga :D)
o iyah, ada lagi nih tanda-tanda kalo hukum sama moral itu identik....jreng jreng jreng>>>>>
karena sebagian besar dari kita menganggap kalo hukum itu adalah moralitas bagi masyarakat dg demikian secara otomatis manusia udah harus, wajib kudu taat sama yang namanya HUKUM.
Dalam kacamata ideal, hukum itu pada hakekatnya hanya berbicara tentang KEBENARAN dan KEADILAN, kenapa demikian? karena jauh sebelum kedua hal ini berwujud alam ideal kedua hal tersebut telah ada terlebih dahulu.
yah sebenarnya inti dari maksud hukum dalam aliran ini yah cuman dua itu KEBENARAN dan KEADILAN :) # lets make it simple ^^
Kamis, 18 September 2014
Aliran Hukum Kodrat Bab 1 (2)
-Alam Ketuhanan- sub. Bab kali ini sangat menarik ya? ..............................................
menurut sang penulis, pola fikir pada saat itu sangat dipengaruhi oleh apa yang dinamakan "Filsafat Stoa" (gw rasa namanya super unik untuk kuping orang indo yah :D) Pandangan ini menganggap bahwa dunia ini memang sudah di jalankan dengan alat penggerak yang super canggih yang bernama HUKUM ABADI, (berhubung hukum punya banyak definisi, nah untuk yang satu ini jujur gw juga agak ribet ngebayanginnya), tapi satu hal yang pasti satu-satunya rasio yang bisa memahami hukum ini cuman rasio ke-TUhanan saja (yup Allah SWT bagi mereka yang beragama Islam), kenapa begitu? karena Dia-lah Creator dari seluruh alam semesta ini (Pastinya cuman dia yang tahu dong apa dan kenapa alam semesta ini dibuat? dan Dia juga lah yang buat aturan pasti yang akan berlaku di dalamnya), iya kan...iya dong? nah si "aturan yang pasti berlaku di alam semesta" inilah yang kemudian melahirkan Hukum Kodrat Kesusilaan MUTLAK (Jadi siapapun dan apapun harus tunduk pada hukum ini, termasuk juga harus dipedomani dalam membuat aturan/hukum positif)
Nah dalam sub bab ini juga disebutkan bahwa pemikiran stoa ini banyak masuk ke alam pemikiran Eropa melalui beberapa jalur yakni :
1. Jalur Filsafat (untuk memahami secara detailnya kita bisa buka tulisan-tulisan Cicero )
2. Jalur Ilmu Hukum
3. Jalur Teologi (ini dia inti dari sub-bab ini............Hore finally i found you :D)
kenapa jalur teologi bisa masuk ke pemikiran ini? karena sekitar pada abad 4-64 SM Apostel kristen yang bernama Paulus membuat banyak tulisan-tulisan yang memuat ajaran-ajaran tentang hukum kodrat (hukum yang berlaku untuk seluruh alam semesta) nah tulisan-tulisan beliau ini kajiannya bisa dikatakan cukup mendalam sehingga melahirkan apa yang dikenal dengan perjanjian baru...............
nah pada perkembangan berikutnya (sekitar abad pertengahan) kaum rohaniawan kristen mulai mengambil alih ranah ini, mereka mengakui/meyakini akan kebenaran teori kedaulatan Tuhan dengan pendekatan metafisik terhadap moral. Dari sini pula -lah kita dikenalkan dengan apa yang saat ini disebut sebagai "hak sipil" (Hak ini lahir dari pemikiran bahwa sesungguhnya setiap orang per-orangan mempunyai hak asasi untuk langsung berhubungan dengan Tuhannya tanpa melalui pelantaraan siapapun)
Hari berlalu, kondisi sosial dan politik di Eropapun mulai mengalami kemunduran sampai akhirnya kekuasaan Romawi di Eropa benar-benar merosot, maka datanglah perintah untuk mencatat semua norma-norma umum yang berlaku di bidang hukum dengan tujuan agar dasar-dasar hukum romawi dapat hidup kembali. SUkseskah itu? YUP dia Berhasil karena pada akhirnya dibuatlah apa yang dikenal dengan CODEX. sejalan dengan bangkitnya kembali hukum Romawi, maka makin banyak deh orang yang mulai melirik-lirik ilmu Hukum sehingga menebarkan banyak Sekolah Hukum di daratan Eropa..............
udah deh bab 1 selesai, Alhamdulillah....
semoga tulisan sederhana ini bermanfaat yah ^^
Selasa, 16 September 2014
Aliran Hukum Kodrat Bab1 (1)
setelah beberapa minggu gak nulis karena laptop rusak (juga karena gw males minjem laptop) hehehehe
akhirnya hari ini dapat ilham untuk kutak-ketik lagi (walaupun masih belum juga nulis tentang hukum perlindungan anak :D) yah setidaknya hari ini gw nulis sesuatu lah yang masih ada bau-bau "Hukum"nya hihiy anak hukum sejati nieeee
alrite, mari kita mulai tulisan hari ini dengan kata "terpaksa" baca buku ini (terutama anak hukum yang udah mau naek kelas ke gelar s2 atau s3) kenapa harus di grade ini? (mungkin karena mayoritas anak-anak s1 masih merasa tertekan dg mata kuliah yang satu ini :D) so, karena pada saat grade diatasnya kalian harus bayar sendiri atau tanggung jawab untuk beasiswa, maka timbulah rasa kewajiban untuk memahami apa itu filsafat hukum hehehehe
sebenernya sih ini buku ini terdiri dari beberapa buku (ditulis per-aliran), jumlah halaman yang relatif membahagiakan (cuman 80 halaman saja :D) dan yang paling penting.........buku ini berbahasa Indonesia (PENTING BANGET KAN?)
okay, kali ini gw bahas tentang bab1 dari buku satu dulu yah.... Judul bukunya Aliran Modern Hukum Kodrat karangan Prof. Shidarta (gw pernah ikut kelas dia sekali dan sumpah beliau bikin gw terpukau, jenius banget!!!) dalam buku satu ini terdiri dari 4 Bab, Bab pertama pastinya tentang pengantar (dibuku manapun kurang lebih sama kan ya?) o iya sebelum bab 1 dimulai, ada pengantar yang (menurut gw) bisa dijadiin sebagai alasan kenapa kita harus baca buku ini yang disampaikan oleh Prof H. Darji Darmodiharjo, SH. Menurut beliau, (tapi ini versi bahasa gw nya yah) Hukum itu perlu dikaji dengan menggunakan filsafat hukum, karena hukum mempunyai misi untuk memperoleh kebenaran dan keadilan (Inilah yang menjadi misi hukum kodrat) tujuannya untuk siapa? ya untuk kepentingan umum dong (Pastinya).
Daya pikat hukum kodrat? (ada dong.......) menurut st. Aquinas keidentikan antara hukum dan moral lah yang menjadikan daya pikat dari aliran ini, wich is karena terlalu identik akan memunculkan sisi positif dan negatif (yang intinya akan dibahas dalam buku shidarta tsb) :D
Pertanyaan ampuh tentang aliran ini di awali dengan keberadaan manusia dan alam yang pada masa itu yang masih super duper sederhana. saking sederhananya manusia sendiri bingung akan tujuan penciptaan mereka di muka bumi (yang muslim bisa buka Al-Quran yah untuk baca jawabannya) nah satu-satunya hal yang bisa mereka liat teratur adalah alam semesta (yang pastinya masih punya udara yang super bersih, punya cuaca yang masih oke, dan yang paling jelas terlihat adalah keteraturan datangnya siang dan malam) dari situlah akhirnya mereka meyakinkan diri bahwa sebenarnya tugas manusia di dunia (pada saat itu) adalah untuk menguak keteraturan alam semesta.....trus kalo udah terungkap buat apa dong? jawaban sederhananya adalah untuk menciptakan hukum pasti yang bisa digunakan untuk siapapun dan apapun, biar apa? Biar teratur kayak alam semesta :D
wow thats so simple ya? hihihi iya itu kalo gak mau di buat ribet aja, kl mau dibuat ribet juga bisa...buktinya nih, dalam aliran ini ada beberapa tokoh yang saling berdebat satu sama lain. eits, jangan salah dulu dalam hal ini meereka bukan memperdebatkan pepesan kosong loh, tapi mereka berusaha untuk meyakinkan satu sama lain bahwa pendapat mereka ini masuk akal ;)
Penasaran siapa aja?
Kita mulai dari Socrates yang berdebat dengan Protagoras dan berlanjut ke perdebatan muridnya (Socrates yakni Plato )yang pendapatnya dibantah oleh Aristoteles :D
Socrates optimis bahwa kebenaran dan kebaikan itu Objektif makanya pandangan ini dikenal dengan pandangan objektifitas, sayangnya pendapat beliau ditentang oleh Protagoras yang menyatakan gak gitu tes (Socrates) kebenaran dan kebaikan itu gak bisa di sama rata-in, karena mereka itu sangat relatif dan tergantung pada rasio manusia. Wich is means tiap orang punya tolak ukur masing-masing yang ukuran dan konsekuensinya beda-beda (nah teori ini disebut sebagai teori Relativitas)
Selanjutnya Plato menyatakan bahwa apa yang ada di bumi ini tidak lain adalah bayang-bayang dari sesuatu yang lebih ideal (nah yang ideal inilah kebaikan yang sebenarnya tersebut) terus bantahannya bilang apa?Aristoteles membantah hal tersebut dengan menyatakan bahwa sebenarnya manusia itu
cuma hidup di satu dunia (yang ia diami dan ia alami sekarang) makanya idealisme sebenarnya itu ada pada benda (sesuatu yang nyata maka itu bukan hal surgawi) dan yang menjadi tujuan manusia itu adalah kebahagiaan, (yang diperoleh melalui interaksi sosial) kenapa harus berinteraksi? karena dengan berinteraksi dia dapat memaksimalkan potensi dirinya. Nah menurut Aristoteles, hukum kodrat itu adalah hukum yang normal untuk dapat difahami oleh semua manusia, cuma adakalanya hukum kodrat diartikan berbeda karena ketidak sempurnaan manusia. Jadi katanya sih hukum yang mutlah/tetap itu yah cuman hukumnya para dewa, hukum kodrat yang ada di dunia ini tetap tidak tetap tapi ia punya kekuatan untuk diterapkan dimana-mana.................................... BERSAMBUNG YAH :D ngantuk saya hehehe
alrite, mari kita mulai tulisan hari ini dengan kata "terpaksa" baca buku ini (terutama anak hukum yang udah mau naek kelas ke gelar s2 atau s3) kenapa harus di grade ini? (mungkin karena mayoritas anak-anak s1 masih merasa tertekan dg mata kuliah yang satu ini :D) so, karena pada saat grade diatasnya kalian harus bayar sendiri atau tanggung jawab untuk beasiswa, maka timbulah rasa kewajiban untuk memahami apa itu filsafat hukum hehehehe
sebenernya sih ini buku ini terdiri dari beberapa buku (ditulis per-aliran), jumlah halaman yang relatif membahagiakan (cuman 80 halaman saja :D) dan yang paling penting.........buku ini berbahasa Indonesia (PENTING BANGET KAN?)
okay, kali ini gw bahas tentang bab1 dari buku satu dulu yah.... Judul bukunya Aliran Modern Hukum Kodrat karangan Prof. Shidarta (gw pernah ikut kelas dia sekali dan sumpah beliau bikin gw terpukau, jenius banget!!!) dalam buku satu ini terdiri dari 4 Bab, Bab pertama pastinya tentang pengantar (dibuku manapun kurang lebih sama kan ya?) o iya sebelum bab 1 dimulai, ada pengantar yang (menurut gw) bisa dijadiin sebagai alasan kenapa kita harus baca buku ini yang disampaikan oleh Prof H. Darji Darmodiharjo, SH. Menurut beliau, (tapi ini versi bahasa gw nya yah) Hukum itu perlu dikaji dengan menggunakan filsafat hukum, karena hukum mempunyai misi untuk memperoleh kebenaran dan keadilan (Inilah yang menjadi misi hukum kodrat) tujuannya untuk siapa? ya untuk kepentingan umum dong (Pastinya).
Daya pikat hukum kodrat? (ada dong.......) menurut st. Aquinas keidentikan antara hukum dan moral lah yang menjadikan daya pikat dari aliran ini, wich is karena terlalu identik akan memunculkan sisi positif dan negatif (yang intinya akan dibahas dalam buku shidarta tsb) :D
Pertanyaan ampuh tentang aliran ini di awali dengan keberadaan manusia dan alam yang pada masa itu yang masih super duper sederhana. saking sederhananya manusia sendiri bingung akan tujuan penciptaan mereka di muka bumi (yang muslim bisa buka Al-Quran yah untuk baca jawabannya) nah satu-satunya hal yang bisa mereka liat teratur adalah alam semesta (yang pastinya masih punya udara yang super bersih, punya cuaca yang masih oke, dan yang paling jelas terlihat adalah keteraturan datangnya siang dan malam) dari situlah akhirnya mereka meyakinkan diri bahwa sebenarnya tugas manusia di dunia (pada saat itu) adalah untuk menguak keteraturan alam semesta.....trus kalo udah terungkap buat apa dong? jawaban sederhananya adalah untuk menciptakan hukum pasti yang bisa digunakan untuk siapapun dan apapun, biar apa? Biar teratur kayak alam semesta :D
wow thats so simple ya? hihihi iya itu kalo gak mau di buat ribet aja, kl mau dibuat ribet juga bisa...buktinya nih, dalam aliran ini ada beberapa tokoh yang saling berdebat satu sama lain. eits, jangan salah dulu dalam hal ini meereka bukan memperdebatkan pepesan kosong loh, tapi mereka berusaha untuk meyakinkan satu sama lain bahwa pendapat mereka ini masuk akal ;)
Penasaran siapa aja?
Kita mulai dari Socrates yang berdebat dengan Protagoras dan berlanjut ke perdebatan muridnya (Socrates yakni Plato )yang pendapatnya dibantah oleh Aristoteles :D
Socrates optimis bahwa kebenaran dan kebaikan itu Objektif makanya pandangan ini dikenal dengan pandangan objektifitas, sayangnya pendapat beliau ditentang oleh Protagoras yang menyatakan gak gitu tes (Socrates) kebenaran dan kebaikan itu gak bisa di sama rata-in, karena mereka itu sangat relatif dan tergantung pada rasio manusia. Wich is means tiap orang punya tolak ukur masing-masing yang ukuran dan konsekuensinya beda-beda (nah teori ini disebut sebagai teori Relativitas)
Selanjutnya Plato menyatakan bahwa apa yang ada di bumi ini tidak lain adalah bayang-bayang dari sesuatu yang lebih ideal (nah yang ideal inilah kebaikan yang sebenarnya tersebut) terus bantahannya bilang apa?Aristoteles membantah hal tersebut dengan menyatakan bahwa sebenarnya manusia itu
cuma hidup di satu dunia (yang ia diami dan ia alami sekarang) makanya idealisme sebenarnya itu ada pada benda (sesuatu yang nyata maka itu bukan hal surgawi) dan yang menjadi tujuan manusia itu adalah kebahagiaan, (yang diperoleh melalui interaksi sosial) kenapa harus berinteraksi? karena dengan berinteraksi dia dapat memaksimalkan potensi dirinya. Nah menurut Aristoteles, hukum kodrat itu adalah hukum yang normal untuk dapat difahami oleh semua manusia, cuma adakalanya hukum kodrat diartikan berbeda karena ketidak sempurnaan manusia. Jadi katanya sih hukum yang mutlah/tetap itu yah cuman hukumnya para dewa, hukum kodrat yang ada di dunia ini tetap tidak tetap tapi ia punya kekuatan untuk diterapkan dimana-mana.................................... BERSAMBUNG YAH :D ngantuk saya hehehe
Rabu, 20 Agustus 2014
Alarm Tubuh
Pernah kepikiran gak kenapa Seth E. Thomas (1876) punya ide untuk mengembangkan penemuan jam berdenting punya-nya Levi Hutchins (1787)? (mungkin biar ringkes kali yah? karena gak mungkin dong bawa jam yang segede gaban ke tempat tidur biar bisa bangun pagi :D hehehe)......Yup, "Biar Bisa Bangun Pagi" entah karena masih berhubungan sama revolusi industri atau tidak (soalnya kalau diliat dari tahunnya sih bertepatan ya? ) yang pasti pada waktu itu setiap orang butuh akan yang namanya bangun pagi untuk kerja di pabrik ^^...................
Manusia memang cenderung untuk mengandalkan hal lain diluar dirinya ya? padahal nih senernya kita punya apa yang disebut dengan "Alarm Tubuh" yup, sebenernya tubuh kita ini sudah punya mekanismenya sendiri loh (khusus untuk umat muslim yang rajin sholat malam/ terbiasa bangun sebelum subuh pasti kebayang dong gimana mekanismenya?) hihi kalo gak percaya bisa coba dengan membiasakan diri untuk bangun jam 3 pagi selama 1 bulan :D
Kayaknya sih, kalo udah kebiasaan otomatis tubuh kita menyesuaikan dengan kebiasaan tersebut...jadi pointnya adalah alarm ciptaannya kang Seth E. Thomas itu mungkin bisa dijadikan sebagai alat pembantu untuk memulai kebiasaan baru (yang positif pastinya)
Selain itu, tubuh juga punya alarm yang berfungsi lainnya loh......(apaan tuh, jreng-jreng-jreng) alarm tubuh lainnya adalah untuk kasih sinyal bahwa tubuh kita udah kecapekan/butuh istirahat dkk...kata salah satu artikel di kompas (monggo di cek di link berikut
)
katanya sih pamali loh kalau mengabaikan alarm tubuh), dan memang terbukti, (curhat dikit gpp yah:D)
(hehehe ini dia bonus curhatannya)
ehm ehm......jadi, setelah beberapa hari mengalami sakit kepala yang mengganggu aktifitas (yah walaupun bisa dihitung dengan jari lah jadwal gw gak sakit kepala) akhirnya gw buka buku jadwal kontrol ke Prof Yusuf Misbach (kemaren-kemaren males banget buka buku yang satu ini) dan ternyata.....hehehe no wonder ini kepala nyut-nyutan teu pararuguh, soalnya jadwal check-up gw udah kelewat (mungkin ini yang namanya alarm tubuh ya).......................................... sedihnya lagi, berhubung jadwal Prof Yusuf antriannya puanjang, jadi cuman ada dua pilihan untuuk ketemu dokter yang satu ini, 1. masuk UGD dulu 2. Masuk lewat Prof Santoso Cornain (Hehehe meski jadwal gw check up ke Prof Santoso masih 2 bulan lagi, tapi gw bulatkan untuk check up bulan ini) so, percaya aja yah sama tubuh kalian (karena mungkin ia adalah satu-satunya bagian dari hidup kalian yang gak akan pernah bohong :D)
Perpustakaan kini ada dimanapun
hohoho senang ya, bisa baca buku yang susah di dapat dengan cara yang sangat mudah....................................
Yup it's easy, kita cukup buat account di webnya perpustakaan nasional (daftarnya relatif mudah kok, karena gak harus datang naek kereta ke Salemba, jadi cukup nyalain internet ajah) trus, temen-temen semua bisa klik http://e-resources.pnri.go.id di situ nantinya kita bisa baca buku (termasuk buku langka macam "Perundang-undangan zaman Majapahit" karangannya Prof.DR.Slamet Muljana) ada juga jurnal internasional (karena katanya sekarang wikipedia udah gak dianggap sebagai referensi yang valid, makanya lewat jurnal inilah kita bisa dapetin referensi yang terpercaya)
Duh sip deh,Happy Reading everyone ^^
Selasa, 19 Agustus 2014
EDENSOR
sebagai bagian dari generasi tahun 2000-an, siapa sih yang gak ngikutin novel karya Andrea Hirata? seakan semua orang dibuat takjub oleh alur cerita yang ringan tapi bermutu (entah kenapa kayaknya sejak baca novel itu semua orang jadi terpesona sama yang namanya Belitung)
Banyak temen-temen gw yang tiba-tiba jadi penggila snorkling (bener gak yah tulisannya) dan mereka jadi rajin nabung supaya bisa jalan-jalan ke pulau tsb.....
Bagaimana dengan anda? hehehe kalau gw sih jujur aja belum segila itu (secara gw termasuk kategori anak yang susah dapet izin untuk perjalanan jauh, kecuali dalam rangka "Study") hihi sedih ya? enggak juga dong, karena pada akhirnya gw memupuk mimpi baru untuk bisa dapet scholarship ke luar negeri (yah walaupun sampe sekarang belum kesampaian bahkan mungkin akan sulit terwujud ) tapi gw masih punya mimpi itu.....
kalau suatu saat diberi kesehatan & kemampuan (entah gw sendiri yang jadi pelajar atau dorong-dorong suami aja biar jadi mahasiswa disana hihi) tapi yang pasti gw penasaran banget sama apa yang ada di foto ini (bukan karena luar negerinya yah, tapi viewnya itu lohhh keren banget)
Lembah Gurame Vs BBAT
Berdasarkan rencana, harusnya malam ini gw nulis tentang hukum perlindungan anak ya?....ops tapi gw lagi nulis apa ini? (ini apa yah?) hehehe bolehkan rencananya di pending sementara untuk alasan yang syar'i? (sakit kepala seharian syar'i kan ya? gpp kan yah? cengar-cengir cari pembenaran)
okay, entah dapt wangsit dari mana pagi ini setelah sholat subuh tiba-tiba suami ngajak olah raga pagi -yeayyyy- lari pagi? Nope...renang? bukan juga sih....tapi jalan kaki pagi-pagi ke lembah gurame :D (biar deket dan cuma sekedar jalan kaki tapi moment kayak gini sangat menyenangkan loh.....)
why oh why? karena lembah gurame ini jaraknya gak jauh beda sama jarak antara rumah gw yang di sukabumi ke BBAT (ahhhhhh masa lalu lagi deh ^^) dan yang terpenting adalah disini tempatnya masih rimbun....(namanya juga taman kota, pasti banyak pohon ya?) juga......gw bisa ketemu sama yang namanya "Kolam Ikan" (hehehe norak ya? tapi di tempat kayak gini inilah kebahagiaan yang sebenarnya)
yup, menurut gw kebahagian itu sederhana...bisa menikmati udara segar, dengerin burung pagi-pagi dan kalau bisa sih..liatin ikan yang menari-nari di dalam kolam aja udah bisa di sebut "bahagia"....sayangnya tempat kayak gini sekarang udah minim, di depok aja yang masuk kategori sub-urban, tempat sejuk kayak gini bisa dihitung dengan jari (entah jari siapa yang jadi patokan :D) tapi kenyataannya pembangunan disana-sini dengan pertimbangan untung rugi (dalam kacamata rupiah atau mungkin dolar) telah menutup akses generasi berikutnya untuk menikmati suasana kayak gini dan menggantikannya dengan banjir, pencemaran udara dll (sayang yah? padahal kalau aja mereka mau sedikit berdamai dengan alam sebenernya mereka udah kasih perlindungan untuk anak-anak di negara ini loh)
Sebagai anak desa, gw cukup beruntung karena pada zamannya masih bisa main-main di kali dengan air yang relatif masih bersih, masih kenal sama yang namanya sawah (karena tepat di belakang rumah ada sawah punya orang :D) dan yang paling berkesan adalah pernah menikmati moment "Botram" di pinggiran kolam ikan BBAT (How i miss this moment) masih kebayang moment-moment makan ditemenin sama lembayung senja, trus pemandangannya gunung (sampe sekarang gw gak tau itu gunung gede atau gunung pangrango :D) tapi yang pasti that was the sweetest thing in my life.............................
iseng-iseng googling dan akhirnya ketemu sama gambar ini (yah kurang lebih kayak gini deh view nya :D)
Minggu, 17 Agustus 2014
Hukum Perlindungan Anak
"Hukum Perlindungan Anak" duh berat banget yah bayangin topik yang satu ini (terutama buat gw yang notabene pernah meng-hapus mata kuliah ini dari transkip akademik hehehehe)......But, disini kita gak harus mikirin seberapa ribet topik tentang Hukum Perlindungan Anak, melainkan kenapa harus topik tentang perlindungan anak sih?
hohoho okay...untuk menjawab hal tersebut mari kita kembali ke acara "business meeting" di foodcourt plaza semanggi kemarin :D to be honest ya, setelah obrolan cas cis cus kesana kemari tentang business planing antara gw, vita dan aam....akhirnya si vita nyeletuk, ga kenapa lo gak buat essay aja tiap hari....yang rajin tapi (tadinya sih tujuannya buat naikin rating web jualan kita hehe) yah kalo bisa tiap hari up date lah (ngok, mau nulis apa gw ?? blankkkkkk......dan akhirnya saran si vita cuma jadi selingan kuping kanan keluar kuping kiri (maaf yah tongki :D)
tik tok.....setelah sampe rumah entah karena kecapekan atau karena nunggu suami yang belum pulang (bongkarin kotak suara pilpres kemaren) gw pun gak bisa tidur deh....iseng-iseng cek media sosial baca artikel tentang ceritanya Marshanda, akhirnya entah kenapa tiba-tiba gw kangen banget sama sukabumi....kangen sama masa-masa SD, kilas balik gimana metamorfosa gw yang dulu menjadi gw yang sekarang....kilas balik juga cerita masa kecil temen-temen, adek gw, kakak ipar gw dan sampai pada titik gw membandingkan korelasi antara masa kecil kami dengan produk "jadi"nya setelah kami mulai beranjak dewasa :)
percaya atau tidak, gw jadi yakin bahwa se"oon-oon"nya seorang anak, luka (baik fisik maupun psikis) yang terjadi di masa kecil akan terbawa sampai ia beranjak dewasa, kendati mungkin tidak di sadari tapi luka itu akan sama seperti halnya bom waktu yang mengakar pada pola pikir si anak (hahaha sotoy banget gw pake sok-sok menganalisa dari aspek psikologis) ....tapi serius, pada beberapa orang hal ini beneran terjadi. terus mau diapain dong? kan udah terjadi juga yah? dan kita juga tidak bisa menakar efektivitas terapi yang bisa diterapkan untuk "healing" mereka, setidaknya untuk bisa memaafkan setiap kejadian di masa kecilnya (mungkin) yang telah menorehkan luka cukup dalam di hati anak itu...yup, cuman faktor internal lah yang sangat berperan penting untuk mengobati orang itu, tapi sebagai orang luar apa kita rela melihat anak-anak di negara ini memikul beban untuk mengobati dirinya sendiri? padahal sesungguhnya banyak hal-hal positif yang bisa dia kembangkan di usia produktifnya?!!!! Pastinya enggak dong :D setidak nya dalam hal ini gw (yang pengetahuannya masih cetek banget) pengen punya kontribusi untuk komunitas, pengen banget meyakinkan semua pembaca seberapa berharganya seorang anak, dan karenanya harus kita pelihara, kita tempatkan dalam komunitas/suasana senyaman mungkin supaya anak itu dapat tumbuh dan berkembang dengan cara sewajarnya seorang anak :D
Terus apa hubungannya dengan hukum perlindungan anak? karena dalam wadah yang bernama "hukum"lah hak anak-anak tersebut terlindungi (selain karena gw taunya cuman aspek hukum doang hehehe)......okelah, ini cerita behind the scene tulisan tentang Hukum Perlindungan Anak....doakan ya semoga gw diberi ilham dan kekuatan untuk tetap istiqomah buat tulisan ini :D karena yang gw inget dari pesennya Prof. Bismar Siregar (Alm) buatlah tulisan sebanyak-banyaknya kau bisa menulis, karena sesungguhnya tinta seorang ilmuwan itu sama mulianya dengan darah orang-orang yang berjihad di jalan Allah SWT (semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya dan melapangkan kuburnya, terima kasih telah berkenan membagi ilmunya bersama kami Prof :)
hohoho okay...untuk menjawab hal tersebut mari kita kembali ke acara "business meeting" di foodcourt plaza semanggi kemarin :D to be honest ya, setelah obrolan cas cis cus kesana kemari tentang business planing antara gw, vita dan aam....akhirnya si vita nyeletuk, ga kenapa lo gak buat essay aja tiap hari....yang rajin tapi (tadinya sih tujuannya buat naikin rating web jualan kita hehe) yah kalo bisa tiap hari up date lah (ngok, mau nulis apa gw ?? blankkkkkk......dan akhirnya saran si vita cuma jadi selingan kuping kanan keluar kuping kiri (maaf yah tongki :D)
tik tok.....setelah sampe rumah entah karena kecapekan atau karena nunggu suami yang belum pulang (bongkarin kotak suara pilpres kemaren) gw pun gak bisa tidur deh....iseng-iseng cek media sosial baca artikel tentang ceritanya Marshanda, akhirnya entah kenapa tiba-tiba gw kangen banget sama sukabumi....kangen sama masa-masa SD, kilas balik gimana metamorfosa gw yang dulu menjadi gw yang sekarang....kilas balik juga cerita masa kecil temen-temen, adek gw, kakak ipar gw dan sampai pada titik gw membandingkan korelasi antara masa kecil kami dengan produk "jadi"nya setelah kami mulai beranjak dewasa :)
percaya atau tidak, gw jadi yakin bahwa se"oon-oon"nya seorang anak, luka (baik fisik maupun psikis) yang terjadi di masa kecil akan terbawa sampai ia beranjak dewasa, kendati mungkin tidak di sadari tapi luka itu akan sama seperti halnya bom waktu yang mengakar pada pola pikir si anak (hahaha sotoy banget gw pake sok-sok menganalisa dari aspek psikologis) ....tapi serius, pada beberapa orang hal ini beneran terjadi. terus mau diapain dong? kan udah terjadi juga yah? dan kita juga tidak bisa menakar efektivitas terapi yang bisa diterapkan untuk "healing" mereka, setidaknya untuk bisa memaafkan setiap kejadian di masa kecilnya (mungkin) yang telah menorehkan luka cukup dalam di hati anak itu...yup, cuman faktor internal lah yang sangat berperan penting untuk mengobati orang itu, tapi sebagai orang luar apa kita rela melihat anak-anak di negara ini memikul beban untuk mengobati dirinya sendiri? padahal sesungguhnya banyak hal-hal positif yang bisa dia kembangkan di usia produktifnya?!!!! Pastinya enggak dong :D setidak nya dalam hal ini gw (yang pengetahuannya masih cetek banget) pengen punya kontribusi untuk komunitas, pengen banget meyakinkan semua pembaca seberapa berharganya seorang anak, dan karenanya harus kita pelihara, kita tempatkan dalam komunitas/suasana senyaman mungkin supaya anak itu dapat tumbuh dan berkembang dengan cara sewajarnya seorang anak :D
Terus apa hubungannya dengan hukum perlindungan anak? karena dalam wadah yang bernama "hukum"lah hak anak-anak tersebut terlindungi (selain karena gw taunya cuman aspek hukum doang hehehe)......okelah, ini cerita behind the scene tulisan tentang Hukum Perlindungan Anak....doakan ya semoga gw diberi ilham dan kekuatan untuk tetap istiqomah buat tulisan ini :D karena yang gw inget dari pesennya Prof. Bismar Siregar (Alm) buatlah tulisan sebanyak-banyaknya kau bisa menulis, karena sesungguhnya tinta seorang ilmuwan itu sama mulianya dengan darah orang-orang yang berjihad di jalan Allah SWT (semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya dan melapangkan kuburnya, terima kasih telah berkenan membagi ilmunya bersama kami Prof :)
Langganan:
Postingan (Atom)


